Program Pendidikan Eksekutif untuk Kepemimpinan Strategis Pemerintahan: Penguatan Pelayanan Publik melalui Kebijakan Berbasis Bukti
Program untuk memperkuat pengambilan keputusan, mengembangkan solusi kebijakan, dan mendorong pelayanan publik yang lebih efektif.
Tentang Program
Bagaimana memastikan kebijakan dan program pemerintah menjawab kebutuhan masyarakat, menentukan prioritas di tengah keterbatasan sumber daya, serta mengidentifikasi faktor keberhasilan program untuk memperluas manfaatnya?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bagian dari tantangan yang dihadapi para pimpinan pemerintahan setiap hari. Menjawabnya membutuhkan lebih dari sekadar pengalaman dan intuisi. Diperlukan pula kemampuan untuk memanfaatkan data, hasil kajian, dan bukti ilmiah sebagai dasar untuk menilai berbagai pilihan kebijakan dan menentukan langkah yang paling tepat.
“Program Pendidikan Eksekutif untuk Kepemimpinan Strategis Pemerintahan: Penguatan Pelayanan Publik melalui Kebijakan Berbasis Bukti” diselenggarakan oleh J-PAL Southeast Asia untuk mendukung para pimpinan pemerintahan dalam menghadapi tantangan tersebut.
Melalui pembelajaran interaktif selama tiga hari, peserta akan memperoleh wawasan dan perangkat praktis untuk mengidentifikasi permasalahan kebijakan, merancang solusi yang berorientasi pada hasil, serta memahami bagaimana bukti ilmiah dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan. Peserta juga akan berdiskusi mengenai tantangan nyata di instansi masing-masing dan mengeksplorasi peluang pemanfaatan bukti untuk memperkuat program prioritas pemerintah.
Program ini juga membuka ruang dialog dan pertukaran perspektif antara pimpinan pemerintahan, peneliti, dan praktisi kebijakan. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan dapat mengembangkan gagasan awal untuk meningkatkan efektivitas program dan kualitas pelayanan publik, sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan kebijakan berbasis bukti.
Peserta tidak hanya akan memperoleh wawasan baru, tetapi juga berkesempatan menerapkan materi pada tantangan kebijakan atau program yang relevan dengan pekerjaan mereka. Peserta juga dapat memperoleh masukan dari peneliti, fasilitator, dan sesama peserta untuk mempertajam analisis tantangan dan mengeksplorasi alternatif solusi.
Tujuan Program
Setelah mengikuti program, peserta diharapkan mendapat:
- Perspektif baru dalam pengambilan keputusan. Pemahaman mengenai bagaimana data, hasil kajian, dan bukti ilmiah dapat melengkapi pengalaman serta pertimbangan praktis dalam menentukan pilihan kebijakan.
- Kerangka untuk menganalisis tantangan kebijakan. Pemahaman awal mengenai cara mengidentifikasi akar permasalahan, merumuskan hasil yang ingin dicapai, dan menghubungkan intervensi dengan perubahan yang diharapkan melalui teori perubahan (theory of change).
- Pemahaman untuk menilai efektivitas program. Bekal untuk mengenali pertanyaan yang dapat dijawab melalui data dan kajian yang tersedia, serta memahami kapan evaluasi dampak mungkin diperlukan dan bagaimana cara melakukannya.
- Gagasan awal untuk perbaikan program prioritas. Kesempatan untuk mengembangkan dan mempresentasikan ide awal mengenai tantangan kebijakan di instansi masing-masing, beserta kemungkinan solusi dan pemanfaatan bukti untuk mendukungnya.
Pengajar dan Fasilitator
Program ini menghadirkan peneliti terafiliasi J-PAL dan staf senior J-PAL Southeast Asia yang memiliki pengalaman dalam penelitian, evaluasi program, serta penerapan bukti untuk mendukung perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.
Selain memperoleh materi dari para pemateri, peserta akan terlibat dalam diskusi interaktif, pembahasan studi kasus, latihan individu, dan diskusi kelompok. Tim fasilitator akan membantu peserta menghubungkan konsep yang dipelajari dengan tantangan kebijakan yang dihadapi, serta memberikan umpan balik terhadap gagasan awal yang dikembangkan selama program.
Siapa yang Sebaiknya Mengikuti Program Ini?
Program ini ditujukan bagi pimpinan dan pejabat pemerintahan di tingkat kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah yang memiliki peran dalam perumusan kebijakan, perencanaan dan pelaksanaan program, pengelolaan anggaran, atau penyelenggaraan pelayanan publik.
Program ini terutama relevan bagi pejabat tingkat menengah hingga senior, termasuk pejabat struktural setara Eselon III/IV atau di atasnya. Latar belakang pendidikan yang relevan menjadi pertimbangan, dengan prioritas bagi peserta berpendidikan magister (S2). Peserta dapat berasal dari berbagai bidang.
Peserta diharapkan memiliki komitmen untuk mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran dan ketertarikan untuk memanfaatkan data serta bukti ilmiah dalam menjawab tantangan kebijakan di instansinya.
Pendaftaran Program dan Beasiswa
Program ini diselenggarakan dengan skema beasiswa dengan kuota terbatas, sehingga peserta yang terpilih dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tanpa dipungut biaya. Biaya transportasi dan akomodasi selama kegiatan akan ditanggung oleh penyelenggara sesuai standar yang ditetapkan oleh penyelenggara.
Daftar sekarang, batas waktu 2 November 2026, melalui tautan berikut: bit.ly/DaftarSEAExecEdu26
Sesi Pelatihan: Rangkaian Pembelajaran Selama Tiga Hari
Program dilaksanakan selama tiga hari secara tatap muka di Bandung. Pembelajaran memadukan pemaparan materi, studi kasus, latihan terarah, dan diskusi yang berangkat dari tantangan kebijakan peserta.
1. Hari Pertama - Permasalahan Kebijakan dan Merancang Solusi (Selasa, 17 November 2026)
Dari identifikasi masalah menuju program yang berorientasi pada hasil
Pada hari pertama, peserta akan mempelajari pentingnya merencanakan evaluasi dampak sejak tahap perancangan program agar efektivitas program dapat dinilai dan hasilnya menjadi dasar pengambilan keputusan terkait perluasan dan keberlanjutan program. Peserta juga akan mempelajari cara menyusun alur logis program yang menghubungkan permasalahan, intervensi, dan hasil yang diharapkan, serta menentukan indikator keberhasilan dan sumber data yang relevan untuk mengukur dampak dan memantau pelaksanaan program.
2. Hari Kedua – Menilai Efektivitas Program dengan Bukti yang Kredibel (Rabu, 18 November 2026)
Bagaimana mengetahui apakah suatu program benar-benar membawa perubahan?
Hari kedua berfokus pada cara menilai efektivitas program secara lebih sistematis. Peserta akan diperkenalkan pada konsep dasar evaluasi dampak, termasuk bagaimana membedakan perubahan yang terjadi setelah program dilaksanakan dengan perubahan yang benar-benar disebabkan oleh program tersebut. Peserta juga akan diperkenalkan kepada berbagai metode evaluasi, termasuk manfaat, keterbatasan, dan pertimbangan dalam menginterpretasikan hasilnya.
3. Hari Ketiga - Menghubungkan Bukti dengan Pengambilan Kebijakan (Kamis, 19 November 2026)
Bagaimana bukti ilmiah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kebijakan dan keputusan program yang lebih baik?
Hari terakhir mengajak peserta melihat bagaimana bukti ilmiah dapat dimanfaatkan dalam serangkaian tahap pengambilan keputusan, mulai dari mengidentifikasi kebutuhan informasi, merumuskan pertanyaan kebijakan, memahami hasil kajian, hingga menerjemahkannya menjadi pilihan tindakan dan kebijakan.
Sebagai penutup, peserta akan mempresentasikan gagasan awal mengenai tantangan kebijakan yang ingin mereka jawab, alternatif solusi yang dapat dipertimbangkan, serta peluang pemanfaatan bukti ilmiah untuk mendukung keputusan dan meningkatkan manfaat program bagi masyarakat. Presentasi akan menjadi ruang untuk memperoleh masukan dari sesama peserta, pembicara, dan fasilitator.
Agenda lengkap program dapat dilihat pada dokumen terlampir.